Istri Wajib Memberikan Nafkah Kepada Suami: Tradisi Adat Sari Galuh Perspektif Hukum Islam

Authors

  • Muhammad Amirul Hasbi Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, 50603 Kuala Lumpur, Malaysia
  • Mohd Norhusairi bin Mat Hussin Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, 50603 Kuala Lumpur, Malaysia
  • Raihanah Abdullah Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, 50603 Kuala Lumpur, Malaysia

DOI:

https://doi.org/10.30631/alrisalah.v17i02.58

Keywords:

Adat, nafkah istri, hukum Islam, undang-undang

Abstract

Artikel ini meneliti tentang tradisi adat Sari Galuh yang berkaitan dengan fungsi seorang istri yang memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada suami. Masyarakat adat Sari Galuh menganut sistem matrilinal yang mangatur hak dan kedudukan suami berada di bawah pengaruh istri dan kerabatnya. Atas dasar inilah seorang istri berkewajiban memberikan nafkah kepada suami dan anak-anak mereka, dan segala keperluan rumah tangga ditanggung oleh seorang istri dan suami hanya bertanggung jawab untuk mengurus rumah tangga. Hal tersebut bertentangan dengan kesepakatan jumhur ulama dan UU No. 1 Tahun 1974 bahwa yang berkewajiban mencari nafkah adalah seorang suami bukan istri

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2018-07-03

How to Cite

Hasbi, M. A., Mat Hussin, M. N. bin, & Abdullah, R. (2018). Istri Wajib Memberikan Nafkah Kepada Suami: Tradisi Adat Sari Galuh Perspektif Hukum Islam. Al-Risalah: Forum Kajian Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan, 17(02). https://doi.org/10.30631/alrisalah.v17i02.58